Bahasa Jadi Kendala Pesepakbola Eropa

Komunikasi Sepakbola

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling umum digunakan oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Termasuk juga bahasa bagi para pesepakbola dan juga pelatih di beberapa klub. Terutama di tim kesebelasan yang bermain di kompetisi Liga Primer Inggris. Sebuah kompetisi antarklub di Eropa yang dinilai paling kompetitif dan menarik perhatian dunia.

Komunikasi Sepakbola

Bahasa Inggris menjadi kendala bagi sejumlah pemain di Eropa

Lancarnya seseorang pemain maupun pelatih dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Pasalnya, pelatih akan berbicara memakai bahasa Internasional itu dalam memberikan beberapa hal. Diantaranya seperti instruksi taktik, arahan kepada sang pemain baik ketika berlatih maupun dalam melakoni laga di atas lapangan dan memberikan pesan.

Salah satu pemain yang pentas di kancah EPL dan terkendala dalam berbahasa Inggris adalah bintang Arsenal, Alexis Sanchez. Pemain Internasional Cile itu kesulitan harus mengalami permasalahan mengenai komunikasi dalam bahasa Internasional. Hal itu diakui oleh rekan setimnya Kierran Gibbs yang merupakan pemain berposisi kiri.

“Benar, bahwa Sanchez kesulitan dalam berbahasa Inggris saat dirinya tiba di sini (Emirates Stadium). Namun, baginya untuk mempelajari bahasa Inggris tidak akan memakan waktu lama. Kami semua di sini akan membantu Dia untuk memudahkannya dalam berbahasa Inggris,” ujar Kierran Gibbs mengenai kemampuan berbahasa Inggris Sanchez.

Nolito Hengkang Dari Manchester City Lantaran Terkendala Bahasa Inggirs

Winger Manchester City, Manuel Agudo Duran atau yang lebih dikenal dengan nama Nolito memutuskan untuk akan kaki dari Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas 2017 ini.

Nolito

Nolito hengkang dari Manchester City lantaran terkendala bahasa Inggris

Pemain asal Spanyol itu sejatinya baru saja bergabung bersama tim arahan Pep Guardiola pada musim 2016 lalu. Tim berjuluk The Citizens itu harus mengeluarkan dana hingga menyentuh angka 18 juta euro atau jika di konversikan ke mata uang Rupiah sekitar Rp 269 Miliar demi mendapatkan jasanya dari Celta Vigo.

Akan tetapi, pemain yang sudah menginjak usia ke 30 tahun ini kesulitan menembus tim utama dan terpaksa harus berada di bangku cadangan. Tercatat, dirinya hanya mendapatkan jatah bermain selama 1.349 menit di semua kompetisi.

Bahkan lebih parahnya lagi, Nolito tidak pernah diturunkan dari menit awal alias starter di kompetisi Liga Primer Inggris, yang merupakan kompetisi tertinggi antarklub di Britania Raya sejak tahun 2017.

“Sudah hampir enam bulan lamanya saya tidak bermain. Tentu, saya akan berusaha sekuat tenaga demi masuk skuad tim Nasional Spanyol di Piala Dunia 2018 mendatang,”

“Dan hingga sekarang ini, saya masih terikat dengan tim. Sehingga, pihak klub yang akan memutuskan mengenai masa depan saya. Akan tetapi, jujur bahwa saya akan pergi,” ujar Nolito.

Nolito sendiri menilai bahwa berjuang di Manchester City bukanlah pilihan yang realistis untuk dirinya. Jangankan untuk bisa bermain secara reguler, berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan rekan-rekannya setimnya saja sulit baginya.

“Saya mempelajari bahasa Inggris sedikit sekali. Sehingga ini menjadi kendala bagi saya. Saya hanya bisa mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Inggris, seperti, selamat sore, besok, selamat sore dan tidak banyak kosakata yang saya kuasai,” tutup Nolito.

Pentingnya Bahasa Inggris Untuk Pemain

Bahasa Inggris tentu sangat penting bagi para pemain sepakbola di dunia. Pasalnya, apabila berkancah di liga luar negeri, tentu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa Inggris.

Bahasa Inggris

Pentingnya mempelajari bahasa Inggris di era globalisasi

Sudah banyak para pemain yang karirnya justru redup, cuma dikarenakan kesulitan berbahasa Inggris. Dengan demikian, sangat penting bagi kita yang berkeinginan untuk berprofesi sebagai pemain sepakbola untuk menguasai bahasa asing itu. Tidak hanya di bidang olahraga, tetapi di semua bidang, bahasa Inggris sangat penting. Terlebih era saat ini merupakan era globalisasi.

Comments are closed.